Siap Ikut UNBK Meski Belum Ideal
JawaPos.com -
Kepala SMPN 1 Tasikmalaya H Nanang mengatakan siap melaksanakan Ujian
Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017. Pihaknya sudah menjalin kerja
sama dengan SMKN 1 Tasikmalaya untuk penyediaan kekurangan komputer
ujian.
“Kami sudah lakukan MoU dan ada 350 siswa yang akan ikut ujian yang dibagi pada tiga sesi dan dilaksnakan di SMKN 1 Tasikmalaya secara bergiliran anak datang,” terang Nanang di Bincang Radar di Studio Radar TV, kemarin (8/3).
Bentuk kesiapan lainnya yaitu persiapan pematangan materi ujian. Mereka melaksanakan pendalaman materi. Siswa juga mengikuti tryout soal UNBK. Tak lupa, warga SMPN 1 Tasikmalaya rutin membaca Asmaul Husna dan doa setiap hari Jumat.
Siswa juga diajak melaksanakan salat tahajud, banyak berdoa dan menjelang pelaksanaan ujian. Bahkan, rencananya, SMPN 1 akan melaksanakan istighotsah dan melibatkan orang tua siswa. “Untuk UNBK ini kami berharap ke depan fasilitas UNBK bisa terpenuhi, juga listrik memadai sehingga ketika pelaksanaan lancer dan adanya penambahan ruangan komputer khusus,” ujarnya.
Kepala SMPN 5 Tasikmalaya H Eem Sulaiman SE SPd menyebutkan jumlah siswa yang akan ikut serta UNBK 419 orang. Secara fisik dan mental, mereka sudah siap. Hanya fasilitas UNBK yang masih kekurangan. Untuk menyukseskan UNBK, SMPN 5 bergabung ke SMAN 2 Tasikmalaya.
“Berbagai tryout dan simulasi sudah dilaksanakan, bahkan secara teknis detailnya sudah dikenalkan, mulai dari anak masuk server hingga cara keluar dari server juga sudah diajarkan. Dan, menurut saya UNBK ini lebih enjoy dan simpel bagi anak,” tutur Eem.
Kepala SMPN 2 Tasikmalaya Dra Hj Dadah Naidah MPd mengatakan, pihaknya juga sudah siap untuk pelaksanaan UNBK. Persiapannya sudah hampir 85 %. Termasuk sarana yang sudah siap. Tinggal pematangan.
Untuk menambah kekurang fasilitas komputer, tutur Dadah, dia berkoordinasi dengan sekolah yang tidak melaksanakan UNBK sehingga fasilitas dapat diantisipasi.
“Kita juga sudah lakukan simulasi dengan menggunakan Android dan anak juga sebenarnya sudah terbiasa menggunakan komputer dalam ujian malahan orang tuanya yang khawatir, perbedaannya kalau dulu mengarsir ini hanya mengklik jawaban di Komputer,“ terangnya.
Dadah berharap 375 siswanya yang akan ikut UNBK bisa ikut semuanya. Pihak sekolah, membina anak didiknya agar siap mental menghadapi UNBK. “Kami berharap ke depannya partisipasi orang tua ini sangat menentukan juga dalam suksesnya pendidikan dan kami ucapkan terima kasih. Semoga UNBK ini lancar dan medapat hasil terbaik dengan kejujuran,” tuturnya. (ais/yuz/JPG)
“Kami sudah lakukan MoU dan ada 350 siswa yang akan ikut ujian yang dibagi pada tiga sesi dan dilaksnakan di SMKN 1 Tasikmalaya secara bergiliran anak datang,” terang Nanang di Bincang Radar di Studio Radar TV, kemarin (8/3).
Bentuk kesiapan lainnya yaitu persiapan pematangan materi ujian. Mereka melaksanakan pendalaman materi. Siswa juga mengikuti tryout soal UNBK. Tak lupa, warga SMPN 1 Tasikmalaya rutin membaca Asmaul Husna dan doa setiap hari Jumat.
Siswa juga diajak melaksanakan salat tahajud, banyak berdoa dan menjelang pelaksanaan ujian. Bahkan, rencananya, SMPN 1 akan melaksanakan istighotsah dan melibatkan orang tua siswa. “Untuk UNBK ini kami berharap ke depan fasilitas UNBK bisa terpenuhi, juga listrik memadai sehingga ketika pelaksanaan lancer dan adanya penambahan ruangan komputer khusus,” ujarnya.
Kepala SMPN 5 Tasikmalaya H Eem Sulaiman SE SPd menyebutkan jumlah siswa yang akan ikut serta UNBK 419 orang. Secara fisik dan mental, mereka sudah siap. Hanya fasilitas UNBK yang masih kekurangan. Untuk menyukseskan UNBK, SMPN 5 bergabung ke SMAN 2 Tasikmalaya.
“Berbagai tryout dan simulasi sudah dilaksanakan, bahkan secara teknis detailnya sudah dikenalkan, mulai dari anak masuk server hingga cara keluar dari server juga sudah diajarkan. Dan, menurut saya UNBK ini lebih enjoy dan simpel bagi anak,” tutur Eem.
Kepala SMPN 2 Tasikmalaya Dra Hj Dadah Naidah MPd mengatakan, pihaknya juga sudah siap untuk pelaksanaan UNBK. Persiapannya sudah hampir 85 %. Termasuk sarana yang sudah siap. Tinggal pematangan.
Untuk menambah kekurang fasilitas komputer, tutur Dadah, dia berkoordinasi dengan sekolah yang tidak melaksanakan UNBK sehingga fasilitas dapat diantisipasi.
“Kita juga sudah lakukan simulasi dengan menggunakan Android dan anak juga sebenarnya sudah terbiasa menggunakan komputer dalam ujian malahan orang tuanya yang khawatir, perbedaannya kalau dulu mengarsir ini hanya mengklik jawaban di Komputer,“ terangnya.
Dadah berharap 375 siswanya yang akan ikut UNBK bisa ikut semuanya. Pihak sekolah, membina anak didiknya agar siap mental menghadapi UNBK. “Kami berharap ke depannya partisipasi orang tua ini sangat menentukan juga dalam suksesnya pendidikan dan kami ucapkan terima kasih. Semoga UNBK ini lancar dan medapat hasil terbaik dengan kejujuran,” tuturnya. (ais/yuz/JPG)
(Sumber:Jawapos.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar