Perpaduan yang Sabet Banyak Prestasi Pelajar Kota Delta
JawaPos.com –
Musik patrol ramai terdengar saat Ramadan. Biasanya patrol berfungsi
membangunkan orang sahur. Meski demikian, musik itu sering dipentaskan
dan dilombakan pada beragam acara desa, kecamatan, hingga kabupaten. Di
SMAN 1 Porong, musik patrol ditampilkan tak biasa. Musik yang didominasi
alat musik perkusi itu dipadukan dengan tari khas Sidoarjo, tari tani
siring.
Kreasi para siswa itu pun menjadi juara dalam kompetisi Pekan Seni
Pelajar Kabupaten Sidoarjo pada 2015. Mereka juga mewakili Kota Delta
pada pekan seni pelajar tingkat Jawa Timur di Banyuwangi.
Setahun sebelumnya, mereka berhasil menyabet juara dalam Festival
Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Kabupaten Sidoarjo. ”Setelah itu, juga
mewakili Sidoarjo di FLS2N tingkat Jatim di Surabaya,” jelas Ketua
Ekskul Tari SMAN 1 Porong Annisa Rizki Ahmadi.
Hingga kini, perpaduan tari dengan musik patrol tersebut kerap
pentas. Bukan hanya di acara-acara sekolah. Pemerintah kabupaten juga
sering mengundangnya untuk tampil. Latihan pun rutin. Seminggu sekali
setiap Sabtu. ”Biasanya memang menampilkan tari tani siring,” ujar
Annisa.
Tari tersebut bercerita tentang petani di Porong yang lahannya terkena bencana lumpur Lapindo. Mereka tidak bisa menanam padi. Padahal, sebelum musibah itu, padinya berkualitas karena tanahnya subur. ”Kami bawa lumpur juga untuk lebih menjiwai jalan ceritanya. Kami olesi tubuh dengan lumpur,” ujar Annisa.
Sambil menari, mereka juga harus menyampaikan maksud cerita kepada penonton. Penonton tidak hanya menikmati lenggak-lenggok tubuh, tapi juga harus mengerti makna dari runtutan tarian yang dibawakan. ”Musik itu sangat berpengaruh bagi penari,” jelas Annisa.
Musik bisa melambangkan yang sedang dirasakan. Musik selalu berhubungan dengan gerakan dan cerita. Misalnya, saat cerita sedih, musik yang dimainkan tentu bertempo pelan. Sedang semangat, musik yang dimainkan cenderung bertempo cepat dan rancak. Musik membantu menuntun penari dari alur satu ke alur lain. Bahkan, jadi patokan gerakan. ”Itu pentingnya musik bagi kami, penari,” ucap siswi XI IPA 6 itu.
Tidak hanya saat menari, musik juga membantu menginspirasi penari dalam menciptakan gerakan. Misalnya, saat penari mendengarkan tempo musik tertentu, pikirannya membayangkan lenggak-lenggok yang kira-kira cocok dengan musik tersebut.
Keuntungan lain, dengan sering belajar memadukan tari dan musik, konsentrasi bisa meningkat. Pikiran sudah terbiasa berkonsentrasi mencari gerakan yang sesuai. Malah, saking terbiasanya dengan musik, pelajaran jadi lebih cepat masuk saat sambil mendengarkan musik. ”Setiap orang memang beda-beda, tapi sebagian di antara kami malah belajar sambil mendengarkan musik itu jadi lebih rileks dan gampang nyantol,” ujarnya. (uzi/c7/dio/sep/JPG)
(Sumber:Jawapos.com)
Tari tersebut bercerita tentang petani di Porong yang lahannya terkena bencana lumpur Lapindo. Mereka tidak bisa menanam padi. Padahal, sebelum musibah itu, padinya berkualitas karena tanahnya subur. ”Kami bawa lumpur juga untuk lebih menjiwai jalan ceritanya. Kami olesi tubuh dengan lumpur,” ujar Annisa.
Sambil menari, mereka juga harus menyampaikan maksud cerita kepada penonton. Penonton tidak hanya menikmati lenggak-lenggok tubuh, tapi juga harus mengerti makna dari runtutan tarian yang dibawakan. ”Musik itu sangat berpengaruh bagi penari,” jelas Annisa.
Musik bisa melambangkan yang sedang dirasakan. Musik selalu berhubungan dengan gerakan dan cerita. Misalnya, saat cerita sedih, musik yang dimainkan tentu bertempo pelan. Sedang semangat, musik yang dimainkan cenderung bertempo cepat dan rancak. Musik membantu menuntun penari dari alur satu ke alur lain. Bahkan, jadi patokan gerakan. ”Itu pentingnya musik bagi kami, penari,” ucap siswi XI IPA 6 itu.
Tidak hanya saat menari, musik juga membantu menginspirasi penari dalam menciptakan gerakan. Misalnya, saat penari mendengarkan tempo musik tertentu, pikirannya membayangkan lenggak-lenggok yang kira-kira cocok dengan musik tersebut.
Keuntungan lain, dengan sering belajar memadukan tari dan musik, konsentrasi bisa meningkat. Pikiran sudah terbiasa berkonsentrasi mencari gerakan yang sesuai. Malah, saking terbiasanya dengan musik, pelajaran jadi lebih cepat masuk saat sambil mendengarkan musik. ”Setiap orang memang beda-beda, tapi sebagian di antara kami malah belajar sambil mendengarkan musik itu jadi lebih rileks dan gampang nyantol,” ujarnya. (uzi/c7/dio/sep/JPG)
(Sumber:Jawapos.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar